Bagaimana Kucing Mendarat Dengan Sempurna?

by - 5:35 AM



Pernahkah kalian bertanya, bagaimana kucing dapat selalu mendarat tepat pada keempat kakinya ketika jatuh? Bahkan ketika jatuh dari gedung dengan ketinggian 70 meter pun mereka dapat mendarat dengan selamat tanpa ada cedera. Seperti cerita kucing yang bernama Sugar yang jatuh dari gedung lantai 19, tetapi tidak memiliki luka sedikitpun ketika mendarat (baca cerita Sugar disini).

Perihal bagaimana kucing dapat mendarat dengan sempurna ini telah menjadi perdebatan para ilmuan selama lebih dari satu abad. Tapi kenapa manusia tidak dapat melakukan hal yang serupa ketika jatuh? Dengan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, tulisan ini akan mencoba menjelaskan bagaimana kucing dapat selalu mendarat dengan sempurna.

Ketika terjatuh, kucing akan melipat sedikit bagian depan tubuhnya ke arah bawah, hal ini dilakukan agar kucing dapat mengurangi momen inersia pada bagian depan badannya. Pada saat yang bersamaan, kaki bagian belakang kucing akan diputar ke arah yang berlawanan dari bagian tubuh depan untuk menambah momen inersia pada bagian tubuh belakang.


Saat akan mendarat, kucing akan menekuk bagian tengah tubuhnya sambil melakukan hal berbeda pada bagian tubuh depan dan belakang. Dengan proses ini, kucing meningkatkan momen inersia pada bagian depan dan menurunkannya pada bagian belakang tubuh. Inilah yang menyebabkan bagian depan tubuh kucing berputar lebih cepat dibanding bagian belakang tubuhnya.

Ketinggian minimal yang dapat memungkinkan kucing untuk meraih posisi yang sempurna yaitu sekitar 30cm. Dengan ketinggian tersebut, kucing dapat mempersiapkan posisi tubuhnya untuk mendarat hanya dalam hitungan detik. Kemampuannya untuk menjaga keseimbangan ketika jatuh ini sudah ia miliki sejak baru menginjak usia tujuh minggu.

Lalu, mengapa manusia tidak dapat melakukan hal yang serupa ketika terjatuh?



Ada dua faktor yang membantu kucing agar dapat mendarat dengan baik dengan keempat kakinya. Faktor pertama adalah tubuhnya yang kecil, berkat hal ini kucing memiliki massa tubuh yang ringan sehingga membuat mereka tidak cepat menyentuh permukaan ketika jatuh. Struktur tulang yang berongga pun membuat massa tulang yang dimiliki kucing cukup ringan. Berbeda dengan kucing, manusia memiliki bobot massa tulang yang padat sehingga dapat mempengaruhi berat ketika jatuh.

Faktor kedua yaitu kemampuan untuk mengurangi kecepatan ketika jatuh. Beberapa kucing memiliki bulu yang tebal sehingga dapat mengurangi kecepatan terminal ketika terjatuh. Sedangkan manusia tidak memiliki kemampuan seperti itu, sehingga manusia tidak dapat “mengendalikan” kecepatan ketika jatuh seperti yang dapat kucing lakukan. Kucing dapat melambatkan kecepatannya hingga 60Mph (97 km/h), sedangkan kecepatan manusia ketika jatuh adalah 120Mph (193 km/h).

(Kecepatan terminal: istilah untuk kecepatan suatu benda yang dicapai ketika gaya tarik, atau gaya apung, yang mendorong terhadap benda adalah sama dengan gaya gravitasi yang menarik kebawah) 

Tapi, kita seringkali mendengar bahwa ekor kucing memiliki peran dalam membantu ketika akan melakukan pendaratan. Apakah benar? Jawabannya adalah tidak. Sebagai contohnya adalah kucing dengan ras Manx, mereka memiliki ekor yang pendek namun masih bisa mendarat dengan mulus. Sehingga semua proses dilakukan oleh tubuh tanpa bantuan dari ekor.

Dengan begitu, bisa dikatakan kucing bukan memiliki sembilan nyawa, namun mereka hanya dikaruniai dengan kemampuan yang luar biasa dalam beradaptasi.

Cat Jumps Off Car in Snow Fail

You May Also Like

0 comments